Promo

Kamis, 20 Mei 2010

Bandar Udara Internasional Narita-Jepang

Nama Bandara:Bandar Udara Internasional Narita
Lokasi:Jepang
Kode IATA:NRT
Kode ICAO:RJAA

Bandar Udara Internasional Narita (IATA: NRT ICAO: RJAA) merupakan nama bandara yang terletak di Narita, Prefektur Chiba, Jepang. Bandara ini merupakan bandara tersibuk kedua di Jepang setelah Bandara Haneda.

Pada tahun 2004, bandara ini menampung 31.057.252 penumpang.

Rabu, 19 Mei 2010

Bandara Internasional Hong Kong-Hong Kong

Nama Bandara:Bandara Internasional Hong Kong
Lokasi:Hongkong
Kode IATA:HKG
Kode ICAO:VHHH

Bandar Udara Internasional Hong Kong (b. Inggris: Hong Kong International Airport atau HKIA) adalah bandara internasional yang melayani daerah Hong Kong, Republik Rakyat Cina dengan kode IATA HKG dan kode ICAO VHHH. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok.

Bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok dan sejak dibuka pada tahun 1998, menjadi salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis. Bandara berkapasitas sebesar 45 juta penumpang dengan 3 juta ton kargo dan setelah landas pacu kedua dibuka pada Mei 1999, kapasitas meningkat menjadi 87 juta penumpang dan 9 juta ton kargo. Bandara yang menjadi pusat operasi Cathay Pacific, Dragonair, Air Hong Kong, CR Airways, dan Hong Kong Express ini mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005).

Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter. Nama landasan tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan utara dan selatan.

Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Kai Tak di atas pulau buatan yang direklamasi dari pulau Chek Lap Kok dan Lam Chau. Luas lahan bandara ini adalah 12,48 km² yang 25% dari luas tersebut adalah kedua pulau yang direklamasi tadi.

Bandara ini dibuka pada 6 Juli 1998 dengan desain dari arsitek Foster and Partners serta memakan waktu 6 tahun dengan biaya 20 milyar dolar AS. Selama tiga sampai lima bulan pertama beroperasi, berbagai masalah melanda bandara ini bahkan kargo sempat dipindahkan kembali ke Kai Tak.

Bandara Internasional Suvarnabhumi ท่าอากาศยานสุวรรณภูมิ-Bangkok


Nama Bandara:Bandara Internasional Suvarnabhumi ท่าอากาศยานสุวรรณภูมิ
Lokasi:Bangkok
Kode IATA:BKK
Kode ICAO:VTBS

Bandara Internasional Suvarnabhumi (IATA: BKK, ICAO: VBTS) adalah bandara internasional yang melayani kota Bangkok, Thailand, merupakan bandara baru untuk menggantikan Bandara Internasional Don Muang. Setelah beberapa kali penundaan, bandara ini akhirnya mulai dibuka secara terbatas pada tanggal 15 September 2006 dan seluruhnya pada tanggal 28 September 2006.

Bandara ini terletak di Racha Thewa, di distrik Bang Phli, provinsi Samut Prakan, sekitar 25 kilometer sebelah timur Bangkok. Nama Suvarnabhumi dipilih oleh Raja Bhumibol Adulyadej yang artinya tanah emas. Bandara ini mempunyai menara kontrol dengan tinggi 132,2 meter, menjadikannya sebagai bandara dengan menara kontrol tertinggi di dunia.

Luas terminal bandara (563.000 meter persegi) juga menjadikannya sebagai bandara yang mempunyai luas terminal tunggal kedua di dunia di bawah Bandara Internasional Hong Kong.

Di Asia, bandara ini juga menjadi bandara tersibuk keempat di bawah Bandara Internasional Haneda, Bandara Internasional Beijing dan Bandara Internasional Hong Kong.

Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur-Kuala Lumpur (Terletak di Sepang)


Nama Bandara:Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur
Lokasi:Sepang
Kode IATA:KUL
Kode ICAO:WMKK

Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (bahasa Inggris: Kuala Lumpur International Airport/KLIA) adalah bandara internasional utama Kuala Lumpur, Malaysia yang terletak di Sepang, negara bagian Selangor dengan kode IATA KUL.

Dibuka pada 1998, pembangunannya memakan biaya 3,5 milyar Dolar dengan slogan "Bringing the World to Malaysia and Malaysia to the World" ("Membawa dunia pada Malaysia dan Malaysia pada Dunia"). Bandara ini merupakan pangkalan untuk Malaysia Airlines dan Air Asia.

Desain

Desain dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur ini dibuat oleh seorang arsitek asal Jepang, Kisho Kurokawa. Lokasi bangunan terminal didesain dengan menggunakan konsep Bandar Udara di tengah hutan, hutan di dalam Bandara, yang dikelilingi oleh pohon-pohon penghijauan. Konsep ini dilakukan dengan kerjasama dari Institut Penelitian Hutan Malaysia. Keseluruhan hutan hujan ditransplantasikan dari hutan dan diletakkan di tengah-tengah bangunan satelit bandara ini.

Bandara ini didesain untuk menampung hingga 130 juta penumpang per tahun. Selain karena ukurannya, bandara ini didesain agar kepadatan penumpang menyebar ke seluruh penjuru bangunan, dengan tampilan menarik dan tanda-tanda fasilitas yang disediakan dalam bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, bahasa Jepang dan bahasa Arab. Bahkan fasilitas untuk penyandang cacat pun telah sesuai dengan standar dunia.

Luas landasan dan bangunan dari bandara ini 100 km persegi, dan secara teori dapat menampung 100 pergerakan penerbangan kapan saja. Ada 216 kaunter untuk daftar diri disusun dalam 6 lorong. Bandara ini adalah bandara pertama yang menggunakan Sistem Total Manajemen Bandara (dalam bahasa Inggris disebut Total Airport Management System atau disingkat TAMS)- walaupun sistem ini ditunjuk sebagai biang dari beberapa masalah oleh Menteri Perhubungan Ling Liong Sik.


Menara Pengendali Lalu Lintas Udara

Ada dua menara pengendali lalu lintas udara di Bandara Internasional Kuala Lumpur: menara pengendali utama dan menara pengendali landasan. Tinggi menara pengendali utama adalah 130 meter dan merupakan menara pengendali lalu lintas udara tertinggi kedua di dunia setelah menara pengendali Bandara Internasional Bangkok. Bentuk menara ini seperti obor olimpiade, menara ini digunakan sebagai tempat untuk mengendalikan sistem lalu lintas udara dan peralatan radar.

Menara pengendali landasar bertangung jawab sebagai perbekalan layanan lalu lintas udara kepada penerbangan, pergerakan kendaraan-kendaraan di bagian utara dan selatan dari bangunan terminal selatan dan kawasan landasan kargo.

Frekuensi Pengendali Lalu Lintas Udara:

Pengantar Pembersihan Lumpur - 126.00 MHz Daratan Lumpur - 121.65 MHz, 121.80 MHz, 229 MHz Menara Lumpur - 118.50 MHz, 118.80 MHz, 229 MHz Sekitar Lumpur - 119.45 MHz, 124.20 MHz Pelayanan Otomatis Informasi Terminal (Automatic Terminal Information System atau disingkat ATIS) - 126.45 MHz

Landasan

KLIA mempunyai 2 landasan paralel, yang panjang keduanya adalah 4000 meter dengan lebar 60 meter. Setiap landasan mempunyai 10 jalur taksi (jalur yang digunakan pesawat sebelum lepas landas) dengan waktu taksi berkisar antar 2 menit hingga 11 menit. Kedua-dua landasan ini dapat digunakan untuk menangani 120 pergerakan per jam ketika salah satu landasan digunakan untuk lepas landas dan landasan lainnya digunakan untuk mendarat. Setiap landasan juga dilengkapi dengan satu jalan taksi yang lengkap dengan jalur taksi kedua dan Sistem Instrumentasi Pendaratan untuk mengarakan pendaratan penerbangan dengan aman dalam segala situasi cuaca. Landasan di KLIA sedang dalam proses peningkatan untuk mengakomodasikan pesawat Airbus A380. Perencanaan utama untuk perluasan KLIA termasuk penambahan 2 landasan dan 1 landasan pilihan.

Sistem Penanganan Bagasi

Sistem Penanganan Bagasi di KLIA menawarkan daftar diri di 216 kaunter selama 24 jam dan digabungkan dengan pengendali kode bar otomatis dan dilengkapi dengan 4 tingkat pengamanan pengecekan bagasi.

8 kaunter daftar barang di pelataran parkir jangka pendek 8 kaunter daftar barang stasiun bus dan kereta api 3 tingkat sistemn pengecekan pengamanan bagasi Penyimpanan daftar barang yang awal (kapasitas mencapai 1200 tas) 33 km total panjang tali pengantar barang Sebagian dari tali ini menempuh jarak 1.1 km dari bangunan terminal utama ke bangunan satelit.

Sistem penanganan bagasi dibuat oleh Toyo Kanetsu dan pada tahun 2006 kontrak untuk memperpanjang sistem ini dari bangunan utama ke serambi stasiun Jalur Kereta Api Cepat (Express Rail Link atau disingkat ERL) telah diberikan kepada Siemens. Kasus pencurian bagasi dilaporkan secara teratur dan pada tahun 2006, 8 pekerja bandara telah dinyatakan bersalah pada kasus pencurian bagasi.

Penanganan Bagasi dilakukan oleh dua perusahaan, Malaysia Airlines dan Kuala Lumpur Airport Services (KLAS). Sistem oleh Malaysia Airlines menangani hampir seluruh maskapai yang mendarat di KLIA sedangkan KLIAS menangani beberapa maskapai lainnya.

IATA berstuju untuk memudahkan penggunaan RFID antara KL International Airport dan Bandara Hong KOng setelah peresmian RFID chip terkecil di Kuala Lumpur. KLIA akan menajadi bandara kedua ynag menggunakan RFID.

Percobaan pengenalan bagasi RFID sedang dilakukan di Kuala Lumpur dan Hong KOng. Pengenalan bagasi dapat diminta pada kounter daftar diri Malaysia Airlines dan Cathay Pacisic. Tapi percobaan ini ditunda dikarenakan permasalahan mendapatkan pencetak.

Penyelamatan Kebakaran

Pelayanan penyelamatan kebakaran bandara (atau Aiport Fire and Rescue Services, juga disingkat AFRS) disediakan untuk penanganan kecelakaan penerbangan di KLIA Sepang. Ada dua stasiun pemadam kebakaran di bandara ini, yaitu:

Pemadam Kebakaran Stasiun 1, dengan luas 170.000 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hinga 11.400 kaki persegi (1.060 m²)dengan dua tingkat struktur baja. Pemadam Kebakaran Stasiun 2, dengan luas 60.500 kaki persegi dengan jumlah luas lantai hingga 12.900 kaki persegi (1.200 m²) dengan dua tingkat struktur baja.

Kedua stasun pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan peralatan pemadam kebakaran dan keselamatan darurat. Ada 7 gerbong persediaan uap, kendaraan Ziegler 8-(8x8) senilai RM 3,8 juta per kendaraan, 1 Perintah dan Kendali, 1 Tangga, 1 kendaraan P3K, 2 gerbong air, 1 kendaraan petugas pemantau, dan 1 gerbong keselamtan untuk kedua stasiun pemadam kebakaran.

Bandara Internasional KLIA adalah bandara kedua di dunia yang dilengkapi dengan cerobong difusi bahan-bahan peledak setelah Bandara Internasional Munich. Difusi dari bahan-bahan peledak tingkat tinggi dapat dihasilkan dari kedua cerobong ini dengan biaya RM 1,6 juta per cerobongnya.

Changi Airport-Singapore

Nama Bandara:Changi
Lokasi:Singapura
Kode IATA:SIN
Kode ICAO:WSSS

Bandar Udara Internasional Changi Singapura (bahasa Inggris: Singapore Changi Airport; IATA:SIN, ICAO:WSSS) adalah bandara internasional yang melayani Singapura. Bandara ini terletak di daerah Changi di bagian ujung timur pulau Singapura dan merupakan salah satu fasilitas penerbangan terbaik di Asia dan dunia. Bandara ini dikelola oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS). Bandara Changi juga merupakan pangkalan Singapore Airlines, SilkAir, Valuair, dan Tiger Airways.
Pada tahun 2004, jumlah penumpang di Changi sebanyak 30,4 juta orang dan kargo yang dilayani sebesar 1,78 juta ton. Hingga saat ini Bandara Changi memiliki dua terminal dan yang ketiga direncanakan dibuka pada 2008.

Bandara Soekarno Hatta-Jakarta

Nama Bandara:Soekarno Hatta
Lokasi:Jakarta
Kode IATA:CGK
Kode ICAO:WIII

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (IATA: CGK, ICAO: WIII) (disingkat Bandara Soetta) merupakan sebuah bandar udara utama yang melayani kota Jakarta di pulau Jawa, Indonesia. Bandar udara ini diberi nama seperti nama Presiden Indonesia pertama, Soekarno, dan wakil presiden pertama, Muhammad Hatta. Bandar udara ini sering disebut Cengkareng, dan menjadi kode IATA-nya, yaitu CGK. Kepanjangan dari CGK adalah Cengkareng
Letaknya sekitar 20 km barat Jakarta, di Kota Tangerang, Banten. Operasinya dimulai pada 1985, menggantikan Bandar Udara Kemayoran (penerbangan domestik) di Jakarta Pusat, dan Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Bandar Udara Kemayoran telah ditutup, sementara Halim Perdanakusuma masih beroperasi, melayani penerbangan charter dan militer. Terminal 2 dibuka pada tahun 1992.
Soekarno-Hatta memiliki luas 18 km², memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2,400 m. Terdapat dua bangunan terminal utama: Terminal 1 untuk semua penerbangan domestik kecuali penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines, dan Terminal 2 melayani semua penerbangan internasional juga domestik oleh Garuda dan Merpati.
Setiap bangunan terminal dibagi menjadi 3 concourse. Terminal 1A, 1B dan 1C digunakan (kebanyakan) untuk penerbangan domestik oleh maskapai lokal. Terminal 1A melayani penerbangan oleh Lion Air dan Wings Air. Terminal 1B melayani penerbangan oleh Batavia Air, Kartika Airlines, dan Sriwijaya Air. Sedangkan terminal 1C melayani penerbangan oleh Airfast Indonesia, Indonesia AirAsia, dan Mandala Airlines.